Semarak FTBI 2026: Upaya Dikbud Bonebol Rawat dan Lestarikan Bahasa Ibu

Admin Berita Dinas 03 November 2026 104 kali Semarak FTBI 2026: Upaya Dikbud Bonebol Rawat dan Lestarikan Bahasa Ibu

Dikbud Bonebol - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bone Bolango sukses menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Aula SMP Negeri 1 Kabila. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat komitmen daerah untuk merawat, melestarikan, dan mencegah kepunahan bahasa daerah, khususnya bahasa Gorontalo di kalangan generasi muda, Selasa (3/10/2026).

Acara resmi dibuka oleh Bupati Bone Bolango yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Infrastruktur, Dr. Andriean Andjar, S.Sos., M.Si. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango, Dr. Basir Noho, SE., M.Adm.Pemb; Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bone Bolango, Prof. Dr. Hj. Sunarti Eraku, M.Pd; serta Perwakilan dari Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Dody Probowibowo.

Kemeriahan dan kekhidmatan acara juga dipenuhi oleh antusiasme jajaran Pengawas, Penilik, para Kepala Sekolah, serta orang tua siswa yang hadir mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Dr. Andriean Andjar menekankan betapa pentingnya menjaga bahasa daerah dari ancaman kepunahan di tengah perkembangan zaman. Mengutip data kebahasaan nasional, ia memaparkan kekayaan bahasa yang dimiliki Indonesia sekaligus risiko nyata yang dihadapi jika tidak ada langkah pelestarian secara berkelanjutan.

"Saya baca data, menurut Badan Bahasa ada sekitar 718 bahasa daerah di Indonesia. Kita ini pemilik bahasa daerah terbanyak di dunia setelah Papua Nugini . Kalau versi Kemendikdasmen ada 400 bahasa di luar dialek dan subjek. Maka bahasa Gorontalo termasuk salah satu yang jangan sampai punah," tegas Andriean.

Ia menambahkan, kekhawatiran akan lunturnya penutur bahasa daerah perlu diantisipasi sejak dini melalui program-program yang nyata dan konsisten.

"Mungkin 20 atau 30 tahun ke depan dengan keadaan sekarang, kalau usaha ini tidak berkelanjutan, bisa jadi bahasa Gorontalo akan punah,'' lanjutnya.

Lebih jauh, Andriean menyampaikan bahwa esensi utama kegiatan FTBI bukanlah semata-mata mengejar piala atau predikat pemenang, melainkan membangun kesadaran budaya.

"Tujuan kegiatan ini bukan mencari juara, tapi bagian dari upaya melestarikan budaya dan bahasa daerah. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing," pungkas Andriean memungkas sambutannya dengan slogan kebahasaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango, Dr. Basir Noho, SE., M.Adm.Pemb, menegaskan bahwa penyelenggaraan FTBI 2026 difokuskan sebagai ruang edukatif dan wujud kebanggaan generasi muda terhadap identitas budayanya.

"FTBI 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan media berekspresi dan ruang edukatif bagi para siswa untuk bangga menggunakan bahasa Gorontalo melalui berbagai cabang lomba seni dan sastra daerah," jelas Basir Noho.

Ia juga memberikan motivasi dan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta didik yang telah memberanikan diri tampil dan berkompetisi dalam ajang tersebut.

"Saya berharap yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati dengan yang juara. Insya Allah di lain waktu kita lebih berusaha lagi agar bisa bersaing lagi," pesannya memberi semangat. (Humas Dikbud Bonebol)



Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin